"Jika membaca adalah upaya mencari "kebenaran", maka menulis adalah cara untuk menemukan
"kebenaran" dalam diri.
Kita tahu bahwa hal yang paling mendasar sekaligus niscaya dalam aktivitas blogging ialah menulis. Dan tentu saja kemampuan menulis menjadi skill wajib bagi siapa-siapa yang ingin eksis dalam dunia blogsphere. Kalaupun ada yang berniat menempuh jalan hitam blogging: plagiaris atau blogger "copas", setidaknya kemampuan itu harus tetap ada. Kecuali bila sama sekali tak berniat menulis profil atau “about me”. Atau untuk profil juga mau copas dari blog orang lain?
Di sini saya tak berbicara mengenai tingkat kemampuan menulis, atau kelas-kelas, atau hal apapun juga yang sering dirujuk orang mengenai jenjang kemampuan menulis. Kemampuan
menulis yang saya bahas di sini adalah kemampuan seorang blogger dalam menuangkan ide dan pesan yang hendak disampaikan kepada pengunjung blog. Itu saja. Walaupun memang benar, bila seorang blogger ingin menjadikan blognya lebih berkualitas—dalam konteks cara penyampaian, bukan konten—seorang blogger tersebut harus meng-updgrade kemampuan menulisnya. Ya, ditingkatkan. Karena saya percaya bahwa kegiatan menulis tidak melulu berhubungan dengan inspirasi, ilham, dan segala hal ghaib lainnya—walaupun itu juga merupakan indikator. Tetapi menulis juga merupakan suatu kegiatan “lahiriah” yang dapat dilatih dan dikembangkan. Menulis tak dapat dilepaskan dari proses.
Skill menulis ini menjadi sangat vital tatkala seorang blogger harus menulis atau membuat post dengan aturan dan standar tertentu yang mengikat. Ketika mengikuti kontes blog, misalnya. Selalu si pihak penylenggara kontes mensyaratkan adanya beberapa keyword atau kata wajib tertentu di dalam post. Seperti kontes blog yang tengah saya ikuti: Djarum Black Blog Competition Vol II. Dalam kopetisi ini, Djarum Black sebagai penyelenggara mensyaratkan harus adanya kata wajib dalm setiap post, diantaranya: Djarum Black Motodify, Djarum Black Night Slalom, Autoblackthrough goes to campus, dan lainnya. Tentu buklanlah hal mudah untuk mencari relevansi dan konektivitas antara materi post dengan kata wajib, sehingga kemuculan kata wajib tersebut tidak menjadi janggal dan terlihat dipaksakan. Dalam hal ini seorang blogger harus banyak bersabar, tidak tergesa-gesa, dan memikirkan secara matang kemunculan kata wajib tersebut.
Kembali kepada kemapuan menulis. Dalam kesempatan ini saya akan berbagi sedikit ilmu—walaupun sebenarnya ilmu tak dilayak dikatan sedikit atau kecil. Tapi apa daya saya terpaksa menggunakan istilah tersebut mengingat beberapa tips yang akan saya ke tengahkan relatif sedikit secara nominal—yang mudah-mudahan bermanfaat bagi sahabat blogger semua. Tips-tips ini bukan seluruhnya genuine dari saya, tapi sebagian hasil mengais ilmu dari dua penulis senior "cantik": Ayu Utami dan Dewi ‘Dee’ Lestari.
- Menentukan Topik
Tentu saja penting itu relatif. Cara mendidik anak akan dirasakan penting dan mendesak oleh para orang tua—orang tua yang baru punya anak khusunya—tetapi tidak bagi para lajang. Topik tentang Monetize blog merupakan hal yang urgent bagi para blogger bisnis tetapi mungkin tidak bagi blogger yang hanya memfungsikan blognya sebagai wahana curhat-curhatan belaka. Karena sifatnya yang relative-subjektif, maka seorang blogger boleh memilih topik tertentu yang dianggap “selera”. Tapi yang lebih penting adalah topik tersebut harus sesuai dengan kemampuan analisa penulis. Bila Anda seorang new-bie (terpaksa lagi saya menggunakan istilah yang sebenarnya cenderung diskriminatif) sebaiknya jangan memaksakan menulis tentang tutorial blog. Karena pembaca pasti bisa menakar ilmu blogging Anda. Pilihlah topik lain yang lebih Anda kuasai. Mengenai topik yang penting ini Anda bisa bertanya pada orang-orang: apa yang penting bagi mereka. Biasanya tema kontroversial juga selalu dapat menarik perhatian pembaca. Anda boleh mencobanya.
Selain topic yang “penting”, biasanya orang tertarik pada tulisan yang menghibur. Biasanya ini didapatkan dari menulis cerita. Menghibur di sini tak selalu harus humor atau jenaka. Bahkan cerita sedih atau seram pun bisa menghibur orang lain. Jangan dulu berpikir jauh, coba Anda tulisakan pengalaman Anda sendiri yang Anda pikir orang lain dapat terhibur ketika membaca kisah Anda.
- Latihan
Saya teringat akan kata-kata Dewi ‘Dee’ Lestari yang kira-kira seperti ini: “Menulis tak jauh beda dengan fitness. Seperti otot, kemampuan menulis pun harus terus ditempa dan dilatih agar lebih prima dan berkualitas.” Dan saya pun sepenuhnya sepakat. Karena sesuatu apapun itu bila terus dilakukan dan dibiasakan maka sesuatu tersebut akan dapat lebih kita kuasai.
Untuk latihan ini, Anda bisa mencoba tips dari salah seorang teman saya. Ia menyarankan untuk rutin menulis diary. Tulislah pengalaman-pengalaman dan apapun yang terrasa dan terpikir. Tak apa bila tak sistematik juga, karena orientasi dari latihan menulis dengan diary ini adalah melatih kemampuan untuk menuangkan perasaan dan pikiran kita yang imaginer ke dalam tulisan yang kongkrit.
Menurut pendapat saya, memang di sanalah inti dari menulis: mengalihkan pikiran ke dalam teks. Bila Anda telah terbiasa melakukan itu dalam diary, maka penuangan ide pun bukan lagi halangan yang berarti dalam proses menulis. Setelah itu, tinggal Anda mencari ide atau topik yang menarik.
- Menulis Sama Dengan Bermain Lego
Sebagi ilustrasi, saya akan menulis tentang kasus dana bailout Bank Century. Karena artikel harus fokus—apalagi dalam keterbatasan ruang—maka ambillah satu aspek saja dari kasus ini. Contoh, konsentrasi tulisan saya yaitu aspek hukum. Maka terlebih dahulu saya harus melihat dan menginventarisir hal-hal apa saja yang terkait dengan aspek hukum dana bailout ini. Mungkin diantaranya: latar belakang lahirnya kebijakan bailout, legalitas kebijakan, mekanisme pelaksanaan kebijakan, akibat hukum apa yang potensial timbul dari kebijakan tersebut bila ternyata kebijakan tersebut tidak berdasarkan aturan yang sah dan benar, misalnya. Setelah hal-hal itu terinventarisir maka saya akan mengelaborasi satu per satu hal-hal itu secara parsial terlebih dahulu. Setelah semuanya beres dan saya rasa puas, maka langkah terakhir adalah bermain lego, yaitu menyatukan hal-hal yang asalnya berserakan itu menjadi satu kesatuan utuh dalam sebuah wacana.
- Membaca
Bila semua dikemukakan, tentu tips menulis ini akan menjadi sebuah daftar yang panjang. Namun seluas apapun pengetahuan kita mengenai kepenulisan, atau sehebat apapun teknik menulis yang kita kuasai, namun apabila menulis masih menjadi beban yang penunaiannya cenderung dipaksakan, niscaya kita tidak akan berhasil menulis dengan suatu kepuasan hati.
Gambar diambil dari sini


43 Tanggapan:
menulislah selama bisa menulis. nice posting.
wah,, artikel ini yg aku suka mas!!
mang bener nih kalau ngebloh meningkatkan kegemaran menulis
Terima kasih Bang tips menulisnya, dan sukses kontesnya!
Makasih atas informasinya. Mantap dan berguna!
Waduh kontes lagi kontes lagi...sampe2 template dimodif biar kaya sponsor..:) Kemunculan keyword2 tadi kesannya agak dipaksakan tapi secara keseluruhan okelah kontennya. hehe
Kalo saya menulis cuma asal aja Mas, ndak ada ketrampilan khusus, di trima ya syukur kalo ndak ya gak papa
terima kasih tipsnya mas,ok banget !
saya gak punya kemampuan untuk menulis tapi,..saya suka menulis ^^
tipsnya bermanfaat banget tuh..
Thxz infonya... :D
Ya memang seharusnya blogger seperti apa yang dibahas diatas, menulis yang berkualitas agarblognya tambah berkualitas juga.
Tipsnya sangat bermanfaat sekali bagi saya yg benar2 awam tentang menulis, haturnuhun pisa.
* Punteun ya baru mampir lagi, lagi sibuk bikin web toko online ^_^
http://tokoonlineislami.wordpress.com
aku suka kutipan paling atas "menulis adalah cara untuk menemukan "kebenaran" dalam diri". keren bro... btw tq infonya ttg menulis moga bisa lebih memotivasi kita semua utk lebih baik :) salam kenal :)
Bermain lego itu apa yak?
:)
Great, superbs! :)
Nice...
Postingan yang menarik
Membuat akan kembali lagi
salam www.bimbinganmu.blogspot.com
postingannya keren..
(^^)
bagiku menulis berarti meluapkan rasa yang hanya bisa di rangkai lewat kata
walau kadang kata tak cukup mewakili
bener..sebagian besar penulis adalah seorang pembaca ^^
Setuju sekali dengan akang menulis akan jauh lebih berarti jika kita mau membaca
keren kang
menurutku menulis itu adalah salah satu cara berkomunikasi 1 arah.
Cantiknya ...
Saya suka tulisan ini, tips-tipsnya, semuanya. Leres, Kang, menulis diary adalah latihan menulis yang efektif. Sebab ia ditulis setiap hari, betul-betul setiap hari. Itu pula yang saya kerjakan sejak kelas 5 SD (meskipun pada awalnya eta teh "kewajiban" yang dibebankan oleh pun aki)
Nuhun pisan ...
meski sudah lama nulis, ya cuma pelampiasan aja, Kang, dan ari katiasa mah teu aya geuning. Maklum cuma penulis diary hehe ...
kalo si sayah,
kayanya saya pengen nulis tulisan ttg sesuatu yg membekas buat si sayah, harapannya sih...org2 bisa ikut merasa, harapan muluknya sih...org2 bisa terinspirasi (waduh,gagabah gini...haha,memangnya saya siapa,hehe)
gudlak buat kompetisi djarumnya!
btw, ada award ceritanya...
silahkan dilirik
salam sejahtera
tulisan ini memberikan saya ilmu dalam menulis
yang mana saya adalah pemula dalam hal menulis
terima kasih ilmunya
salam hangat
ilmu yang bermanfaat
semoga semua orang bisa membacanya
Siaplah!!!
Terima kasih sobat informasinya!!!
he heh...
tentulah tulisan saya jelek karena tidak melakukan satu halpun diatas (ya tiba masa tiba akal) salam takzim mas insan
kalau ingin menulis, saya menulis dengan ala saya tanpa mengikuti aturan yang berlaku!
Tapi setelah membaca artikel ini, mungkin ada perubahan juga!
Mampir ketempatku Bang!
Menulis itu Pekerjaan Yang Mudah Kalau Bagi Mereka Yang Sudah Terbiasa Menulis. Saya Mau Nulis Buku Foto Gak Tuntas2 Sudah 2 Tahun....hehehe
kalau jaman sekarang, sangat sedikit yang berkomentar karena mutu tulisan, yang penting ninggalin komentar meskipun isi dari postingan itu amburadul. malahan ada yang nggak baca sampai habis, cukup judul atau alenia pertama saja, langsung comment deh, hehehee
tapi itulah suka-duka dan keunikan dunia maya
memang benar, dalam menulis perlu dasar-dasar membuat kerangka tulisan. maksudnya supaya ketika menulis kita tidak lari dari tujuan tulisan itu. tapi, tidak sedikit orang yg menulis tanpa kerangka, semua ide tulisan mengalir secara langsung dari otak.
tapi yang baik itu harus dibuat kerangka dulu..
great post; halah telat..
kualitas posting ane belum standar bahasa manusia akang.. ya asal bunyi he he..
arti membaca apa ya kang? membaca buku; membaca alam, membaca keadaan; membaca pikiran atau membaca keinginan xixixi
kaburr
kebanyakan membaca malah bisa tersesat tanpa karakter jika tak menyaringnya :)
Terimakasih tips2x, sgt bermanfaat.
berkunjung ya mas .... bagus nnih .... terharu
semoga dengan menulis kita lebih kreatif...silahkan berkunjung ke blog ku kawan
Berkunjungan dengan blog saya yang baru .... trims bwt kunjungannya :D
menulis bagi saia sebagai ungkapan hati dan cara mendapatkan jwban atas suatu pertanyaan yg ada di pikiran saia...hehehe
Postingannya bagus, mas. Wah... jadi ga enak nech, soalnya "about me" dalam blog saya emang nyontek. Tp itu emang gw banget, lom ada ide bwt ganti...
Btw, ada angpao tag tuch di my fiksi.
Makasih
mampir lagi ahh...
halo kawan...waduh lama ndak kedengeran kabarnya nih.........maaf saya jarang bgt online saat ini....semoga semakin kreatif menulis deh kawan...met malem!!!!
kamana wae, Kang?
sedang berbulan madukah? (hehe ...)
Wach tambah mantap aja tulisannya kawan
sukses selalu
Aku setuju terutama buat yg terakhir, aku mampu menulis sebagian besar akibat banyak membaca. Sehingga menuangkan buah pikiran ke dalam tulisan tak lagi sulit.
setuju bro :)
kalau posting artikel harus orisinal buatan sendiri..
Jangan jadi plagiat :)
Music
Poskan Komentar