Bismillah...
Kepergian Gus Dur begitu menyakitkan kita semua. Bukan hanya dirasakan oleh warga nahdliyyin atau umat muslim Indonesia tetapi semua masyarakat di nusantara bersedih pilu atas mangkatnya pejuang kemanusiaan ini. Bahkan kemarin, pukul 18.45 WIB, saya sempat mendengar angin menjerit keras seperti menahan sakit yang teramat dalam. Air histeris meratap, sementara langit berteriak kencang. Sampai tadi pagi, kudengar kokok ayam tak seperti biasanya. Sayatan hati yang pedih tergambar jelas dalam suara paraunya. Semua berduka. Semua meratap.
Ingin sekali saya menulis tentang Beliau. Tentang jasa-jasanya... Ah tidak. Aku urung. Terlalu sempit halaman posting ini untuk menceritakan jasa beliau pada bangsa dan manusia, terlebih jasanya pada kaum minoritas dan terpinggir. Tentang pemikirannya, mungkin?...Aku kembali emoh. Mustahil rasanya pikiran dan pemahaman manusia biasa seperti saya menganalisa "peta" pemeikiran Beliau yang teramat kompleks dan maha canggih. Pasti tentang ciri khasnya, jokes!





